Rabu, 18 April 2012

3. Menu yang didalamnya terdapat biodata dan penjumlahan matriks dengan menggunakan array 2 dimensi atau multidimensi

Program ini dibuat dengan swicth case dengan menyisipkan program didalamnya.
Dibawah ini merupakan source code program tersebut.



#include<iostream.h>
#include <conio.h>
#define Nmaks 25
void main(){
int x;
cout<<"1.Biodata \n";
cout<<"2.Penjumlahan Matriks dengan Menggunakan Array \n";
cout<<"Masukkan Kode Pilihan [1-2] = ";
cin>>x;
switch(x){
case 1:cout<<"============================ \n";
cout<<" Biodata \n";
cout<<"============================ \n";
void main();{
char nama[30] , npm[8], kelas[5];
cout<<"****Identitas diri**** \n\n";
cout<<"Nama Saya : "; cin>>nama;
cout<<"Nama Saya adalah Ali Imron\n";
cout<<"Npm Saya : ";cin>>npm;
cout<<"Npm Saya adalah 42109958 \n";
cout<<"Kelas Saya adalah: "; cin>>kelas;
cout<<"Kelas Saya adalah 1DC01 \n";
}
break;
case 2:cout<<"Penjumlahan Matriks dengan Menggunakan Array \n";
typedef int matriks[Nmaks][Nmaks];
void main();{
int colA,colB,rowA,rowB,i,j;
matriks A,B,C;
char answer;
do
{
do
{
clrscr();
cout<<"Penjumlahan Matriks dengan Menggunakan Array \n\n";
cout<<"MATRIKS A : "<<endl;
cout<<"Masukkan Jumlah Baris Matriks A : ";
cin>>rowA;
cout<<"Masukkan Jumlah Kolom Matriks A : ";
cin>>colA;
cout<<endl<<endl;
cout<<"MATRIKS B : "<<endl;
cout<<"Masukkan Jumlah Baris Matriks B : ";
cin>>rowB;
cout<<"Masukkan Jumlah Kolom Matriks B : ";
cin>>colB;
}
while ((colA!=colB) || (rowA!=rowB));
clrscr();
cout<<"Masukkan Nilai Matriks A : "<<endl;
for(i=1;i<=rowA;i++)
{
for(j=1;j<=colA;j++)
{
cout<<"A["<<i<<","<<j<<"] = ";
cin>>A[i][j];
}
}
clrscr();
cout<<"Masukkan Nilai Matriks B : "<<endl;
for(i=1;i<=rowB;i++)
{
for(j=1;j<=colB;j++)
{
cout<<"B["<<i<<","<<j<<"] = ";
cin>>B[i][j];
}
}
clrscr();
cout<<endl;
//Proses Penjumlahan Matriks
for(i=1;i<=rowA;i++)
{
for(j=1;j<=colA;j++)
{
C[i][j] = A[i][j] + B[i][j];
}
}
clrscr();
//Output Matriks A
gotoxy(1,5);
cout<<"A = ";
for(i=1;i<=rowA;i++)
{
for(j=1;j<=colA;j++)
{
gotoxy(2+4*j,2+2*i);
cout<<A[i][j];
}
}
//Output Matriks B
gotoxy(1,13);
cout<<"B = ";
for(i=1;i<=rowB;i++)
{
for(j=1;j<=colB;j++)
{
gotoxy(2+4*j,10+2*i);
cout<<B[i][j];
}
}
//Output Matriks C
gotoxy(1,20);
cout<<"C = ";
for(i=1;i<=rowA;i++)
{
for(j=1;j<=colA;j++)
{
gotoxy(3+4*j,17+2*i);
cout<<A[i][j];
}
}
gotoxy(17,20);
cout<<" + ";
for(i=1;i<=rowB;i++)
{
for(j=1;j<=colB;j++)
{
gotoxy(18+4*j,17+2*i);
cout<<B[i][j];
}
}
gotoxy(32,20);
cout<<" = ";
for(i=1;i<=rowA;i++)
{
for(j=1;j<=colA;j++)
{
gotoxy(33+4*j,17+2*i);
cout<<C[i][j];
}
}
getch();
clrscr();
cout<<"== PROGRAM SELESAI =="<<endl<<endl;
cout<<"Mau Melakukan Perhitungan Lagi?? [Y/T] : "; cin>>answer;
}
while ((answer == 'y') || (answer == 'Y'));
}
break;
default:cout<<"Pilihlah Sesuai dengan Pilihan yang Tertera";
}}



• #include
Perintah #include “stdio.h” dan #include “conio”. Perintah ini digunakan untuk memanggil file header (include file) yang didalamnya terdapat perintah, fungsi atau prototypenya yang bisa digunakan dalam program yang dibuat.
• Main()
Fungsi ini adalah suatu fungsi khusus yang akan dieksekusi pertama. Setiap program harus mempunyai fungsi main(). Fungsi main() diawali dengan tanda { yang menyatakan awal dari program dan diakhiri dengan tanda } yang menyatakan akhir dari program. Karena program tersebut menggunakan format angka, maka dari itu digunakan int main().
• Char
Digunakan untuk type data karakter
• Int
Digunakan untuk type data numeric
• Goto
Digunakan untuk meloncat ketempat atau baris yang dituju.
Dibawah ini adalah output yang dihasilkan dari source code diatas.
Ini merupakan output yang akan di tampilkan bila kita memilih pilihan yang pertama yaitu tentang biodata


Dan program ini akan tampil jika kita

memilih pilihan yang kedua yaitu penjumlahan matriks. Program ini sangat rumit karena menggabungkan perulangan for, while dan do while.

Ada syaratnya didalam menjumlahkan matriks yaitu Ingatlah bahwa dua buah matriks hanya bisa dijumlahkan jika kedua kolom dan barisnya sama. Dua matriks yang memiliki jumlah kolom atau baris yang berbeda tidak akan bisa dijumlahkan. Selanjutnya program diatas apabila ditekan enter akan menampilkan output ini.















Disini barulah kita dapat memasukkan nilai sesuai dengan keingininan kita, tapi program diatas mempunyai kekurangan karena hanya sampai matriks 3x3 yang dapat dijalankan, jika lebih program ini akan tetap bisa menghitung Cuma outputnya akan berantakan.
Diatas ini adalah hasil akhir dari program penjumlahkan matriks.

2. Program Array 2 dimensi

Array 2 dimensi merupakan array yang terdiri dari m buah baris dan n buah kolom, bentuknya dapat berupa matrix atau tabel. Dibawah ini merupakan source code contoh program array 1 dimensi.

• #include
Perintah #include “iostream.h”. Perintah ini digunakan untuk memanggil file header (include file) yang didalamnya terdapat perintah, fungsi yang bisa digunakan dalam program yang dibuat.

• Main()
Fungsi ini adalah suatu fungsi khusus yang akan dieksekusi pertama. Setiap program harus mempunyai fungsi main(). Fungsi main() diawali dengan tanda { yang menyatakan awal dari program dan diakhiri dengan tanda } yang menyatakan akhir dari program. Karena program tersebut menggunakan format angka, maka dari itu digunakan int main().

• Char abjad [5][5]
Char digunakan karena variabel program tersebut adalah karakter, [5][5] maksudnya adalah menggunakan 5 kolom dan 5 baris dan abjad sebagai primary keynya..

• \n\n
Dalam program ini digunakan 2 kali karena untuk menjauhkan spasi kebawah atau enter.

• Int i dan int j
Ini merupakan perulangan yang digunakan untuk menentukan batas index sampai 5, karena index array defaultnya 0 maka program ini akan mencetak sampai index 4.
• cout<< " "<<abjad[i][j] Digunakan untuk mencetak dengan spasi pada setiap huruf agar tidak terlalu berhimpitan, dan untuk mencetak nilai abjad dan nilai yang dihasilkan oleh i dan j. Dibawah ini adalah output yang dihasilkan dari source code diatas.

1.Program Array 1 Dimensi

Merupakan array yang mengakses setiap elementnya melalui index 0, index array secara default dimulai dari 0. Dibawah ini merupakan source code contoh program array 1 dimensi.

• #include
Perintah #include “iostream.h”. Perintah ini digunakan untuk memanggil file header (include file) yang didalamnya terdapat perintah, fungsi yang bisa digunakan dalam program yang dibuat.

• Main()
Fungsi ini adalah suatu fungsi khusus yang akan dieksekusi pertama. Setiap program harus mempunyai fungsi main(). Fungsi main() diawali dengan tanda { yang menyatakan awal dari program dan diakhiri dengan tanda } yang menyatakan akhir dari program. Karena program tersebut menggunakan format angka, maka dari itu digunakan int main().

• Int nilai
Int digunakan karena program tersebut menggunakan angka dan nilai adalah sebagai primary keynya.

• [5]
Merupakan batasan sampai berapa array melakukan pencetakan karena array defaultnya dimulai dari 0, array ini akan melakukan pencetakan sampai index 4.

• Int i
Ini adalah primary key yang kedua dimana nilai i akan dihasilkan dari for(i=0;i<5;i++) name="ProgId" content="Word.Document">maksudnya i bernilai 0 dan i akan melooping dari 0 sampai i kurang dari 5 dan i terus bertambah naik karena menggunakan i++.

· Return 0
Digunakan untuk mengakhiri program didalam c++

Dibawah ini adalah output yang dihasilkan dari source code diatas.

Program C++ Array - Satu dan Dua dimensi


#include<iostream.h>
#include<conio.h>
main()
{
int a[5]={10,15,20,25,30};
int b[5]={10,20};
int c[5]={15,0,30};
int j;

// Menampilkan nilai dari element array
cout<<endl;
for(j=0;j<5;j++)
{
cout<<"A ["<<j<<"] = "<<a[j]<<" , B ["<<j<<"] = "<<b[j]<<" , C ["<<j<<"] = "<<c[j]<<endl;
}
getch();
}


program setelah di eksekusi:


program array dua dimensi:
//array dua dimensi
#include<iostream.h>
#include<conio.h>
main()
{
int matrix[3][3];
int i,j;

for(i=0;i<=2;i++)
{
for(j=0;j<=2;j++)
{
cout<<"Masukkan angka pada baris ke "<<i<<" kolom ke "<<j<<" : ";
cin>>matrix[i][j];
}
cout<<endl;
}
for(i=0;i<=2;i++)
{
for(j=0;j<=2;j++)
{
cout<<matrix[i][j]<<" ";
}
cout<<endl;
}
getch();
}

program setelah di eksekusi:

Cara Install dan Konfigurasi Cinnamon di Linux Mint 12

Bangun siang di hari yang kejepit ini, kalau dulu pas masih nangkring di bangku sekolah saya paling malas untuk masuk. Mungkin sampai sekarang tradisi seperti itu masih melekat erat di pikiran mereka yg masih sekolah :p. Rencana hari ini saya mau internet’an di lab litbang kampus, tapi apa daya kuncinya dipegang sama pak ketua. Jadilah cuma bisa duduk di koridor kampus, hanya bisa menikmati koneksi seadanya. Padahal saya mau numpang donlod update’an linux mint 12 yang baru saya install kemarin. Ngomong-ngomong soal linux mint 12, versi yang terbaru ini sudah menggunakan Gnome 3 alias Gnome Shell. Tapi ada sedikit modifikasi dengan menghadirkan panel di bawah layaknya gnome versi terdahulu. MGSE (Mint Gnome Shell Extension) itulah nama desktop environment yang tertanam secara default di mint 12, miriplah dengan Gnome Shell karena dasarnya memang dari Gnome Shell.
Terus terang saya kurang suka dengan tampilan Gnome Shell yang agak susah dalam hal penggunaannya. Solusinya kita bisa menggunakan desktop environment yang lainnya dengan tetap berbasiskan Gnome Shell, yaitu Cinnamon yang juga dibuat oleh para developer linux mint. Tampilannya sederhana seperti Gnome 2 dan canggih seperti Gnome Shell. Nah, di postingan kali ini saya akan membahas sedikit trik sederhana instalasi cinnamon di linux mint 12.
1. Syarat utamanya, kita harus menginstall Gnome Shell terlebih dahulu. Ini untuk yang belum terdapat Gnome Shell di dalam OSnya seperti ubuntu, debian dan yang lainnya. Kalau untuk pengguna linux mint 12, langkah ini bisa dilewatkan.
sudo apt-get install gnome-shell;gnome-themes-standard
2. Buka terminal, tambahkan repositori di bawah ini dan update kembali repositorinya:
sudo add-apt-repository ppa:merlwiz79/cinnamon-ppa
sudo apt-get update
3. Install cinnamon setting via terminal
sudo apt-get install cinnamon cinnamon-session cinnamon-settings
4. Install cinnamon theme, disini saya menggunakan Minty theme.
sudo apt-add-repository ppa:satyajit-happy/themes
sudo apt-get update
sudo apt-get install cinnamon-theme-minty
Theme yang lainnya bisa dilihat di http://cinnamon-spices.linuxmint.com/themes.
5. Setelah selesai instalasi, logout dari sistem. Ketika akan login kembali, pilih cinnamon pada session login.

6. Cinnamon sudah terpasang di OS linux kita. Cinnamon theme bisa diganti di menu Cinnamon Settings. Sekarang tinggal menambahkan beberapa icon dan gnome shell theme. Silahkan baca tutorial saya beberapa waktu yang lalu, tentang cara instal dan konfigurasi Gnome Shell.


Tampilannya sangat sederhana dan mudah dalam penggunaannya. Efek-efeknya juga lumayan OK walaupun gak se-keren compiz. Masih banyak desktop environment yang bisa kita gunakan, contohnya seperti Mate yang mempunyai tampilan mirip seperti Gnome 2. OK deh, sekian dulu postingan sederhana di kesempatan ini. Semoga bermanfaat untuk kita semua,